Pekerja Perbaikan Diduga Jaringan MyRepublic Terlihat Abai Aturan Keselamatan Kerja

Rabu, 8 Oktober 2025 01:38|

Jakarta Barat, 8 Oktober 2025 – Seorang pekerja yang diduga melakukan perbaikan atau instalasi jaringan internet (yang kuat kemungkinan milik MyRepublic) di Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, pada malam hari, terekam secara jelas tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan pekerja dan potensi bahaya yang ditimbulkannya.

 

agus ramdani melaporkan bahwa insiden tersebut terekam pada Rabu dini hari, 8 Oktober 2025, pukul 00:20 WIB, di Jl. Kembangan Selatan No.7-5 3, RT.3/RW.1, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat—sebuah area pemukiman padat.

Pelanggaran SOP Fatal

Pekerja tersebut terpantau sedang melakukan aktivitas di tiang atau instalasi kabel, yang sangat mengindikasikan pekerjaan perbaikan jaringan internet, tanpa menggunakan APD yang memadai. Alat-alat keselamatan vital seperti helm keselamatan, sarung tangan, sepatu safety, dan terutama sabuk pengaman, tidak terlihat digunakan oleh pekerja tersebut.

 

Kondisi ini sangat berisiko, mengingat pekerjaan dilakukan di ketinggian dan potensi bahaya dari infrastruktur yang ditanganinya, termasuk kemungkinan sengatan listrik dari kabel yang berdekatan atau bahaya jatuh. Pekerjaan yang dilakukan di luar jam normal dan dalam kondisi minim penerangan semakin meningkatkan risiko kecelakaan fatal.

 

Identitas pasti pekerja dan perusahaan tempatnya bernaung (apakah langsung dari MyRepublic atau kontraktor) belum diketahui.

 

Dugaan Uang Pelicin dan Minimnya Pengawasan

Alasan pasti pekerja tidak menggunakan APD masih diselidiki. Namun, selain kelalaian individu dan minimnya pengawasan manajemen, dugaan serius muncul terkait adanya pelanggaran etika dan prosedur di lapangan.

 

Informasi yang diterima menyebutkan adanya dugaan bahwa beberapa oknum pekerja telah memberikan “uang pelicin” kepada Pengawas Lapangan berinisial S (yang diduga bernama Satiri) agar dapat mengabaikan pemakaian APD dan SOP keselamatan kerja. Jika terbukti benar, praktik ini bukan hanya pelanggaran keselamatan kerja yang mengancam nyawa, tetapi juga praktik suap yang merusak integritas operasional.

 

Tuntutan Tindakan Tegas

Pelanggaran SOP keselamatan kerja semacam ini dapat berakibat fatal, mulai dari cedera serius hingga kematian, serta berpotensi menyebabkan gangguan layanan atau bahaya lainnya bagi masyarakat sekitar.

 

Pihak berwenang dan perusahaan terkait, termasuk MyRepublic jika terbukti infrastrukturnya terlibat, didesak untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas insiden ini dan dugaan praktik suap yang menyertainya. Tuntutan adalah adanya tindakan tegas untuk memastikan bahwa semua pekerjaan berisiko tinggi mematuhi standar keselamatan kerja demi melindungi para pekerja dan masyarakat umum.

 

Penulis : Agus Ramdani

Bagikan Link:

Berita Populer

  • Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

    Rabu, 21 Oktober 2026 08:04
  • ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

    Minggu, 4 Oktober 2026 16:20
  • Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

    Selasa, 29 September 2026 18:20
  • Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

    Jumat, 11 September 2026 13:08
  • Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

    Senin, 31 Agustus 2026 15:39