Deportasi 48 PMI Tanpa Dokumen dari Serawak via PLBN Entikong


Sanggau, Kalimantan Barat//targetfakta.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Serawak, Malaysia, kembali mendeportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tanpa dokumen resmi. Sebanyak 48 orang (laki-laki dan perempuan) dipulangkan dari Kem Semunjak, Serawak melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Sanggau, pada Kamis, 20 November 2025.
Para PMI ini sebagian besar telah menjalani hukuman di Malaysia karena kasus keimigrasian, yakni masuk ke Serawak tanpa dokumen yang sah, seringkali melalui jalur tidak resmi (lewat hutan) karena terbuai janji calo tidak bertanggung jawab.
PLBN Entikong dipilih sebagai jalur deportasi karena dinilai memiliki layanan keimigrasian yang cepat dan baik. Proses deportasi ini didampingi oleh staf KJRI dan staf Imigrasi Tebedu, Serawak, Malaysia.
Di antara 48 PMI yang dideportasi, 20% berasal dari Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sambas, dan beberapa kabupaten lain di Kalimantan Barat.
Total 163 Orang Dideportasi dalam Dua Hari
Pemulangan 48 PMI ini merupakan susulan dari deportasi pada Rabu sebelumnya dari Bekenux, Serawak, yang berjumlah 115 orang. Dengan demikian, total PMI yang dideportasi selama dua hari berturut-turut (Rabu dari Bekenux dan Kamis dari Semunjak) adalah 163 orang.
Setelah proses serah terima dokumen oleh staf konsulat dan petugas Imigrasi PLBN Entikong, seluruh PMI diserahkan ke P2MI (Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia) untuk didata, diberi bantuan makanan, dan difasilitasi pemulangan ke daerah asal masing-masing.
(Red/Amat)
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

