Usai Penggrebekan BNN Bongkar Jaringan Narkoba Kampung Berlan: Transaksi QRIS, 1 Bandar Ditangkap, 4 Buron


Jakarta – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil membongkar praktik peredaran narkotika terorganisir di kawasan Kampung Berlan, Jakarta Timur, dalam operasi gabungan yang digelar pada 25 hingga 27 November 2025. Operasi ini mengungkap modus transaksi yang rapi, termasuk penggunaan sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Modus Baru: Jual “Pahe” Sabu dengan QRIS
Direktur Psikotropika dan Prekursor BNN, Brigjen Pol. Aldrin Hutabarat, mengungkapkan bahwa jaringan peredaran narkoba di Kampung Berlan beroperasi secara sistematis dan terstruktur.
“Sangat mengejutkan, jaringan ini sudah menggunakan metode transaksi pembayaran digital, yakni QRIS, untuk memfasilitasi pembeli yang tidak membawa uang tunai,” ujar Brigjen Aldrin.
Para pengedar menjual sabu dalam kemasan kecil yang dikenal sebagai “paket hemat” (pahe), yang mengindikasikan upaya untuk menjangkau pengguna dengan daya beli rendah dan mempertahankan peredaran yang cepat.
Identitas Pelaku dan Buronan
Dalam penggerebekan yang melibatkan sekitar 450 petugas gabungan (BNN, Bareskrim Polri, Polres Jaktim, dan Puspom TNI AD Kodam Jaya), total 25 terduga pelaku berhasil diamankan.
1 Bandar Besar Tertangkap: BNN telah mengidentifikasi satu orang bandar berinisial F dari 25 pelaku yang ditahan.
4 Bandar Masuk DPO: Tim BNN kini tengah memburu empat bandar utama yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial N, T, P, dan S. Tiga dari empat DPO tersebut (P, T, dan S) berhasil melarikan diri dari lokasi saat operasi berlangsung.
Barang Bukti Skala Besar
Selain menangkap para pelaku, BNN juga menyita sejumlah besar barang bukti yang menunjukkan operasi ini terorganisir, bukan sekadar peredaran biasa:
Jenis Barang Bukti Jumlah / Nilai Keterangan
Narkotika 187,16 gram (124,39 gram ganja dan 62,77 gram sabu)
Uang Tunai Rp8.230.000
Peralatan Transaksi Mesin penghitung uang dan 2 brankas Menunjukkan volume transaksi yang tinggi.
Peralatan Produksi 3 unit timbangan digital
Pengawasan & Komunikasi 31 unit handphone dan 13 unit CCTV Menunjukkan sistem pengawasan yang ketat.
Senjata 3 senapan angin dan 13 senjata tajam Menunjukkan upaya pertahanan diri.
(Humas BNN/Red)
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

