Situasi Darurat di Aceh Barat Akibat Banjir


Meureubo,//targetfakta.com/Aceh Barat menjadi salah satu kabupaten di Aceh yang paling serius terdampak luapan air akibat curah hujan ekstrem yang dipicu Siklon Senyar. Peningkatan debit air pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Woyla dan Meureubo menjadi penyebab utama banjir.
1. Dampak dan Kerusakan Utama
Korban Terdampak: Data terbaru dari BPBD Aceh Barat mencatat 3.866 jiwa warga terdampak langsung oleh banjir.
Ketinggian Air: Banjir merendam pemukiman dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 1,5 meter di beberapa lokasi, memaksa warga mengungsi. Empat desa dilaporkan terendam dengan ketinggian air setinggi 130 sentimeter (1,3 meter) pada periode awal bencana.
Wilayah Terendam: Beberapa kecamatan dan desa yang parah terdampak antara lain di sekitar Kecamatan Meureubo dan aliran sungai lainnya.
Kerusakan Fasilitas: Selain rumah, banjir juga mengganggu layanan publik. Contohnya, kantor Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe (berdekatan dengan Aceh Barat) kesulitan memberikan layanan karena hakim dan aparatur terhambat akses dan kantor Kejaksaan/Lapas terkepung banjir tinggi.
2. Upaya Penanganan dan Respons Darurat
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan instansi terkait bergerak cepat dalam upaya tanggap darurat, terutama pada aspek evakuasi dan kesehatan.
Rapat Koordinasi Darurat: Bupati Aceh Barat, Tarmizi, segera memimpin rapat koordinasi darurat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait pada Jumat (28/11) untuk menyusun strategi penanganan terpadu pascabanjir.
Pendataan dan Evakuasi: BPBD Aceh Barat terus berupaya melakukan pendataan komprehensif terhadap masyarakat terdampak serta melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak atau menjadi korban bencana.
Pelayanan Kesehatan Lapangan:
Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Aceh Barat aktif melaksanakan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, seperti di Kecamatan Meureubo.
Tim Dokkes memberikan pemeriksaan kesehatan langsung kepada 37 warga di lapangan, dengan keluhan dominan seperti alergi akibat lingkungan lembab, influenza, batuk, dan demam.
Obat-obatan diberikan sesuai diagnosa, dan edukasi kesehatan disampaikan untuk mencegah penyakit menular.
Pengerahan Pasukan: Prajurit TNI Kodam IM telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu pemerintah daerah dalam evakuasi, membuka akses, dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Mengingat wilayah ini mengalami curah hujan ekstrem, tim gabungan masih bersiaga penuh untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
(Red/Amat)
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

