Jahe: Si Pedas Berkhasiat, dari Pereda Mual hingga Penjaga Jantung


JAKARTA –Sabtu, 20/12/2025
Di balik rasanya yang pedas dan aromanya yang khas, jahe bukan sekadar bumbu dapur biasa. Tanaman rimpang ini telah lama dikenal sebagai “superfood” tradisional yang menyimpan segudang manfaat kesehatan. Didukung oleh senyawa aktif seperti gingerol, khasiat jahe kini semakin diperkuat oleh berbagai temuan klinis yang membuktikan efek anti-inflamasi dan antibakterinya bagi tubuh.
Kekuatan Gingerol Melawan Peradangan
Kandungan utama jahe, yaitu gingerol, merupakan senyawa bioaktif yang ampuh melawan radikal bebas
Berdasarkan tinjauan medis dari Kementerian Kesehatan RI, senyawa ini bekerja efektif meredakan peradangan. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Media Akademik (2025) oleh Hidayat, M. A., dkk., juga menunjukkan bahwa terapi jahe (seperti kompres jahe merah) efektif sebagai solusi non-farmakologis untuk meredakan nyeri sendi pada lansia.
Solusi Alami untuk Pencernaan dan Mual
Bagi Anda yang sering mengalami masalah perut, jahe bisa menjadi pertolongan pertama yang saintifik. Beberapa manfaat utamanya meliputi:
Meredakan Mual: Penelitian dari Universitas Chiang Mai, Thailand, membuktikan bahwa jahe sangat efektif mengatasi morning sickness pada ibu hamil dan mual pasca-kemoterapi dengan risiko efek samping yang sangat rendah.
Kesehatan Lambung: Jahe mempercepat pengosongan lambung. Data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menyebutkan bahwa proses ini mencegah penumpukan gas yang memicu kembung dan begah.
Nyeri Haid: Studi klinis menunjukkan konsumsi jahe di awal siklus menstruasi memiliki efektivitas yang hampir setara dengan obat pereda nyeri umum dalam mengurangi kram perut.
Benteng Pertahanan Tubuh dan Kontrol Penyakit Kronis
Tak hanya menghangatkan tubuh saat flu, konsumsi jahe secara rutin memberikan proteksi jangka panjang bagi organ vital:
Menjaga Jantung & Kolesterol: Pakar kesehatan Siti Noor Fadilah Bulfiah (Universitas Lampung) menjelaskan bahwa gingerol membantu menekan aktivitas enzim yang memicu produksi kolesterol jahat (LDL), sehingga melancarkan peredaran darah.
Kontrol Gula Darah: Dr. dr. Diana Krisanti Jasaputra, M.Kes., pakar farmakologi dari Universitas Kristen Maranatha, menyebutkan bahwa jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang sangat penting bagi pengidap diabetes tipe 2 untuk menstabilkan gula darah.
Tips Konsumsi dan Batasan Aman
Untuk hasil maksimal, pilihlah jahe segar yang diolah menjadi minuman hangat. Namun, para ahli mengingatkan untuk memperhatikan dosis. Batas konsumsi yang disarankan adalah maksimal 4 gram per hari.
Hal yang Perlu Diperhatikan: Meski alami, jahe memiliki efek pengencer darah. Dr. Sepriani Timurtini Limbong mengingatkan individu yang sedang mengonsumsi obat antikoagulan (pengencer darah) atau mereka yang akan menjalani operasi medis dalam waktu dekat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe dalam dosis tinggi. Konsumsi berlebihan (di atas 6 gram) juga berisiko memicu asam lambung naik (heartburn) atau diare.
Editor: Benz
Sumber: Kemenkes RI
@terus.sehat.id
Jurnal Media Akademik, FK UK Maranatha.
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

