Depok Masuk 10 Besar Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, Pemuda Penegak Keadilan Gelar Dialog Publik Bahas Kekerasan Anak di Kota Depok


Depok, 15 November 2024 – Pemuda Penegak Keadilan (PPK) sukses menggelar Dialog Publik dengan tema “Depok Dalam Daftar 10 Besar Kota di Indonesia, Korban Kekerasan Anak Tertinggi: Apa Peran Pemerintah, Masyarakat, dan Pemuda?”. Acara ini berlangsung di Aula Polres Metro Depok pada hari Jumat, 15 November 2024, dengan dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kota Depok.
Dialog ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:
1. Drs. Kawiyan, M.I.Kom – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
2. Gerry Wahyu Riyanto, S.H., M.H. – Anggota DPRD Kota Depok
3. Kasat Reskrim Polres Metro Depok – Perwakilan Kapolres Metro Depok
4. Army Mulyanto, S.H. – Ketua KNPI Kota Depok
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pemuda, mahasiswa, dan masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap anak. Berdasarkan data KPAI, sepanjang tahun 2023 terdapat 2.427 korban kekerasan anak di Indonesia. Provinsi Jawa Barat mencatat angka tertinggi, yakni 22,8% dari total korban, dan Kota Depok masuk dalam daftar 10 besar kabupaten/kota dengan jumlah kasus kekerasan anak tertinggi di Indonesia.
Dalam sambutannya, Yusril SK, Koordinator PPK, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan ini.
“Kekerasan anak di Kota Depok tidak bisa dianggap remeh. Dalam perlindungan anak, ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu pemenuhan hak anak (PHA) dan perlindungan khusus anak (PKA). Anak-anak berhak mendapatkan pendidikan, kesehatan yang layak, dan kesejahteraan. Sementara itu, mereka juga harus dilindungi dari kekerasan seksual, kekerasan fisik, perdagangan manusia, dan berbagai ancaman lainnya,” jelas Yusril.

Ia juga menyoroti kurangnya optimalisasi personel dinas dan aparat penegak hukum yang bertugas melindungi anak, sehingga diperlukan pembentukan lembaga seperti Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) untuk meningkatkan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan anak di Kota Depok.
Komisioner KPAI, Drs. Kawiyan, M.I.Kom, dalam pemaparannya mendukung penuh gagasan pembentukan KPAD di Depok.
“Jika Pemerintah Kota Depok berinisiatif membentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), saya akan mendukung sepenuhnya. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan perlindungan anak di Depok, apalagi kita memiliki dukungan dari anggota DPRD seperti Bang Gerry,” tegas Kawiyan.
Anggota DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, S.H., M.H., menambahkan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama. Ia siap mengkaji dan mendorong inisiatif ini agar segera terealisasi.
Selain menyampaikan pandangan, narasumber juga memberikan solusi konkret yang melibatkan partisipasi aktif pemuda dan masyarakat dalam mengawal implementasi perlindungan anak. Ketua KNPI Kota Depok, Army Mulyanto, S.H., mengajak pemuda untuk bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak di Depok.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh pihak yang hadir untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam mencegah kekerasan anak. Pemuda, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi motor penggerak perubahan di Kota Depok demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

