Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Sukaresmi Terlambat, Pengelola Dapur SPPG Perdana Diminta Klarifikasi

Jumat, 13 Maret 2026 12:13|

PANDEGLANG — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, mulai menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan pola distribusi makanan dari Dapur SPPG Perdana yang dinilai sering terlambat sampai ke tangan siswa, Jumat (13/3/2026).

Keluhan tersebut terutama muncul dari orang tua siswa kelas satu sekolah dasar. Mereka menyayangkan keterlambatan jadwal makan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas dalam program nasional ini.

Menanggapi laporan warga, Redaksi Media detikPerkara telah melayangkan surat konfirmasi resmi bernomor 01/001/KONF-RED/DP/III/2026 kepada pengelola Dapur MBG SPPG Perdana. Pemimpin Redaksi detikPerkara, Kasman, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tidak menjadi bola liar.

“Kami menerima laporan bahwa distribusi sering tidak tepat waktu. Sebagai bentuk kepatuhan pada Kode Etik Jurnalistik, kami harus menguji informasi ini dan meminta penjelasan resmi dari pihak pengelola agar berita yang dihasilkan berimbang,” ujar Kasman dalam keterangan tertulisnya.

Dalam surat yang juga ditembuskan kepada pihak yayasan pengelola tersebut, terdapat tiga poin utama yang dimintakan penjelasan:

Bagaimana alur pengiriman dari Dapur SPPG Desa Perdana menuju sekolah-sekolah di wilayah Sukaresmi.

Tanggapan resmi pengelola terkait seringnya keterlambatan distribusi bagi siswa kelas satu SD.

Langkah konkret yang diambil untuk menjamin makanan sampai tepat waktu demi menjaga kualitas gizi dan kedisiplinan siswa.

Kasman menambahkan, pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengelola dapur untuk memberikan fakta dari sisi penyedia jasa. Hal ini dilakukan agar publik mendapatkan gambaran utuh mengenai kendala di lapangan, apakah disebabkan oleh teknis pengiriman atau kapasitas produksi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dapur MBG SPPG Perdana belum memberikan jawaban resmi. Redaksi masih menunggu klarifikasi tersebut sebelum mempublikasikan laporan mendalam terkait efektivitas program MBG di wilayah tersebut.(Red)

Bagikan Link:

Berita Populer

  • Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

    Rabu, 21 Oktober 2026 08:04
  • ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

    Minggu, 4 Oktober 2026 16:20
  • Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

    Selasa, 29 September 2026 18:20
  • Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

    Jumat, 11 September 2026 13:08
  • Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

    Senin, 31 Agustus 2026 15:39