Komisi XI DPR Minta Publik Tak Berspekulasi Soal Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo


JAKARTA — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menegaskan bahwa pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tidak akan mengganggu stabilitas kebijakan moneter maupun sistem keuangan nasional. Menurutnya, mekanisme transisi kepemimpinan di BI telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang tentang Bank Indonesia.
Hekal mengajak masyarakat dan seluruh pihak untuk menghormati keputusan pribadi Perry Warjiyo, serta mengimbau publik agar tidak mengembuskan spekulasi yang tidak berdasar. Ia juga mengapresiasi dedikasi Perry selama memimpin bank sentral tersebut.
“Kita harus menghormati keputusan beliau untuk mengundurkan diri dan menghormati privasinya. Yang pasti, kita memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi beliau selama menjadi Gubernur BI maupun sepanjang karirnya di BI,” ujar Hekal, Selasa (28/7/2026).
Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, sesuai ketentuan undang-undang, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI. Destry akan menjalankan tugas tersebut hingga Presiden mengusulkan nama calon gubernur definitif kepada DPR RI.
Menurut Hekal, Destry memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai untuk memastikan seluruh fungsi bank sentral tetap berjalan optimal selama masa transisi.
“Saya rasa Ibu Destry punya kemampuan dan pengalaman yang cukup. Selama ini beliau juga menjadi penjaga gawang, terutama dalam pengendalian dan pengelolaan kurs rupiah terhadap dolar maupun mata uang lainnya. Jadi, beliau cukup mampu menjaga kinerja BI dalam masa transisi ini,” tutur legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah XI tersebut.
Lebih lanjut, Hekal mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau rumor tak berdasar yang beredar di media sosial.
“Kita tidak perlu berspekulasi terhadap informasi yang tidak memiliki dasar. Yang jelas kita bicara fakta dulu. Prosedur yang diamanatkan undang-undang sudah dijalankan, dan Deputi Gubernur Senior memang menjalankan tugas tersebut sesuai ketentuan,” tegasnya.
Mengakhiri keterangannya, Hekal menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah guna menjamin stabilitas perekonomian negara.
“Yang paling penting adalah koordinasi antara penjaga kebijakan moneter dan kebijakan fiskal agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Saya meyakini masa transisi ini dapat dilalui dengan baik sambil menunggu Presiden mengusulkan calon Gubernur BI definitif kepada DPR,” pungkasnya.(Red)
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

