Soroti Keracunan Massal MBG: Lebih dari 800 Siswa Jadi Korban Sepekan Terakhir


Targetfakta.com 21 September 2025, Kejadian siswa sekolah keracunan massal akibat menu dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus terjadi. Hingga pertengahan September 2025, tercatat lebih dari 5.000 siswa menjadi korban keracunan MBG ini.
Sabtu (20/9/2025), Istana Kepresidenan akhirnya buka suara, menyampaikan permintaan maaf atas maraknya kasus keracunan massal dalam program MBG di berbagai daerah.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menegaskan, kasus-kasus tersebut bukan hal yang diinginkan pemerintah
Media Asing Soroti Keracunan Massal MBG: Lebih dari 800 Siswa Jadi Korban Sepekan Terakhir 21 September 2025, 06:30 WIB
Kejadian siswa sekolah keracunan massal akibat menu dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus terjadi. Hingga pertengahan September 2025, tercatat lebih dari 5.000 siswa menjadi korban keracunan MBG ini.
Istana Kepresidenan akhirnya buka suara, menyampaikan permintaan maaf atas maraknya kasus keracunan massal dalam program MBG di berbagai daerah.
Prasetyo Hadi menegaskan, kasus-kasus tersebut bukan hal yang diinginkan pemerintah. Bocoran Isi Pidato Presiden Prabowo di Sidang PBB 5.360 Anak Keracunan, MBG Didesak Dihentikan
Meski ada banyak kasus keracunan, namun Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan program MBG, tetapi dengan evaluasi menyeluruh bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah. “Tentunya kami atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional, memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah. Yang tentu saja itu bukan sesuatu yang kita harapkan dan bukan sesuatu kesengajaan,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo memastikan akan ada sanksi bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai. Banyaknya korban yang berjatuhan, membuat kasus keracunan massal akibat MBG ini juga disorot media internasional.
Berikut pemberitaan media asing terhadap kasus ini:
Diberitakan, lebih dari 800 siswa jatuh sakit dalam dua kasus keracunan massal minggu ini setelah mengonsumsi makanan sekolah gratis yang disediakan oleh pemerintah, menurut pejabat setempat, Jumat (19/9/2025). Sejak program diluncurkan Januari hingga Agustus, sudah lebih dari 4.000 anak mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut, menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef).
Kasus terbesar ada di Provinsi Jawa Barat, yaitu di Garut, dengan 569 siswa dari lima sekolah mengalami mual dan muntah pada Rabu (17/9/2025) setelah mengonsumsi ayam dan nasi yang disediakan oleh satu dapur penyedia makanan gratis sehari sebelumnya. Hal ini seperti disampaikan oleh Nurdin Yana, sekretaris pemerintah daerah Garut. Disebutkan bahwa pemerintah daerah akan meningkatkan pengawasan terhadap dapur yang menyediakan makanan tersebut. Yana mengatakan, MBG tidak akan dihentikan, tetapi untuk sementara, siswa akan diberikan makanan yang lebih sederhana, seperti roti, susu, telur rebus, dan buah.
Kasus keracunan massal lain yang terkait dengan program itu terjadi pada hari Rabu di Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan korban 277 siswa, menurut Badan Ketahanan Pangan Nasional. Distribusi makanan di wilayah tersebut pun dihentikan sementara.
Sumber: kompas.com, reuters
Editor: bolon
Berita Populer

Tragedi Wisata Rombongan TK di Ragunan: Seorang Siswa Meninggal Dunia Terlindas Bus, Keluarga Menuntut Keadilan

ROTASI BESAR POLRI: KAPOLDA METRO JAYA HINGGA KABARESKRIM BERGANTI

Proyek Drainase U-dith di Tangerang Rusak Jaringan Telkom, Kinerja Kontraktor dan Dinas PUPR Banten Disorot

Kasus Narkotika di Kutim: Terbukti Kuasai Sabu 0,30 Gram, Hotman Divonis 7 Tahun 6 Bulan Penjara

Proyek Pedestrian Rp10,8 Miliar DPUPR Banten Menuai Sorotan: Diduga Asal Jadi, Makan Korban, hingga Diwarnai Pemotongan Kabel

